Berita  

Pekerjaan Proyek Drainase Terkesan Dibiarkan Asal Jadi

Pekerjaan Proyek Drainase Terkesan Dibiarkan Asal Jadi
Foto: Kondisi pekerjaan proyek drainase di jalan dr. Cipto Kolor Sumenep.
banner 120x600

SUMENEP, Suarademokrasi.id | Pekerjaan proyek drainase yang menggunakan beton U-ditch dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 2.260.897.000,00 di jalan dr. Cipto Kolor terkesan dibiarkan asal jadi.

Sebelumnya, pekerjaan proyek drainase tersebut menjadi sorotan publik karena dalam pekerjaan pemasangan beton U-ditch dilokasi terlihat tinggi rendah, belok belok (tidak lurus), tidak rapet, jarak antara beton U-ditch dibiarkan berlubang (tidak dilakukan lem adonan semen), tiang-tiang dibiarkan ada ditengah drainase, sisa lumpur dan material kayu dibiarkan didalam, pemasangan besi cor terlihat asal-asalan dan sudah dilakukan pengecoran.

Dari hal tersebut pihak MP3S dan tokoh masyarakat menilai pekerjaan proyek drainase tersebut asal-asalan, tapi sampai saat ini hasil investigasi media dilapangan melihat pekerjaan proyek drainase dilokasi diberikan dalam kondisi seperti itu, tidak ada perbaikan.

Saat media melakukan konfirmasi kepada pihak dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) kabupaten Sumenep melalui Chahyadi berjanji akan melakukan monitoring dan memanggil pihak rekanan untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Ajiz Habibi: Pekerjaan Proyek Drainase Di Jl. dr. Cipto Kolor Harus Dibongkar

Tapi dilokasi, pihak rekanan tetap melanjutkan pekerjaan proyek tersebut dengan melakukan pengecoran manual sebagai pengganti beton U-ditch tanpa memperbaiki pemasangan besi cor tersebut yang terlihat asal dipasang dan dibawah tidak dilakukan pengecoran seperti beton U-ditch (hanya tegak lurus dan tutup diatas).

Pekerjaan Proyek Drainase Terkesan Dibiarkan Asal Jadi
Foto: Pihak rekanan saat melakukan pengecoran di lokasi proyek.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh pihak pelaksana kepada media, pemasangan besi cor tersebut tidak bermasalah, dikarenakan tidak ada komplain dari pihak konsultan pengawas maupun dinas terkait.

“Selama ini tidak ada komplain dari konsultan pengawas dan pihak dinas, kalau pemasangan besi cor itu bermasalah mas,” jawabnya kepada media saat dikonfirmasi dilokasi, 27 November 2023, sekitar 17.00 wib.

Baca Juga :  Yayak Nurwahyudi Mengucapkan Selamat Hari Lahirnya Pancasila dan Bulan Bung Karno

Pada hari Selasa 5 Desember 2023, pihak media mendatangi kantor dinas PUTR kabupaten Sumenep bidang terkait, untuk memberikan informasi tentang kondisi pekerjaan proyek drainase dilokasi masih tetap tidak ada perbaikan. Sayang Chahyadi dan Dedi Falahudin tidak terlihat ditempat kerjanya.

Salah satu pegawai Staf Bidang terkait menyampaikan bahwa pihaknya mengakui bahwa banyak pihak yang melakukan komplain terkait pekerjaan proyek tersebut.

“Betul, banyak pihak yang melakukan komplain terkait pekerjaan proyek tersebut kesini mas, salah satunya dari pihak masyarakat yang menjadi rekanan juga yang tau detail dengan pekerjaan proyek itu, tapi gimana lagi pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut tetap ngeyel dan gak ngerespon, repot kalau kita komplain orangnya M 1,” ujarnya kepada media dengan nada bisik-bisik ketakutan.

Sedangkan Kepala Bidang Air Minum dan PLP Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep Dedi Falahudin, enggan merespon chat media saat ingin melakukan konfirmasi terkait pekerjaan proyek drainase tersebut.

Dari pernyataan diatas yang disampaikan oleh staf Fungsional, pihak rekanan yang sudah diberikan kepercayaan untuk mengerjakan proyek tersebut jangan sampai menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh M 1, terus melakukan pekerjaan proyek asal jadi yang menimbulkan polemik di masyarakat Sumenep karena tidak ada lagi kepercayaan masyarakat. Karena anggaran yang digunakan itu adalah uang negara yang dipungut dari uang rakyat.

Perlu diketahui bersama, Pemkab Sumenep dalam kepemimpinannya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati Dewi Khalifah sudah berupaya penuh melakukan langkah untuk percepatan pembangunan Sumenep dengan mengucurkan anggaran APBD yang dipungut dari uang rakyat untuk mengatasi banjir yang sering terjadi setiap musim hujan turun di area perkotaan, dinilai gagal karena ulah dari rekanan yang melakukan pekerjaan proyek tersebut tidak profesional.

Baca Juga :  Persatuan Jurnalis Indonesia Mendukung Sinergi Sejuta UMKM

Dan Jangan sampai pelaksana pekerjaan proyek tersebut yang dinilai asal-asalan merugikan keuangan negara yang dipungut dari uang rakyat, sehingga mencoreng keberhasilan dan prestasi yang sudah diraih oleh Pemkab Sumenep.

Deadline Bismillah Melayani yang diusung Bupati Sumenep dan Wabup Sumenep sudah dibanjiri berbagai prestasi yang diraihnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, jangan sampai dicederai hanya karena ulah oknum pejabat yang digaji uang rakyat tidak mencerminkan seorang pejabat publik, Dedi Falahudin yang tidak merespon chat media untuk melakukan konfirmasi.

Sedangkan adanya media yang berprofesi sosial kontrol sangat membantu penuh pihak pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap pihak-pihak yang dinilai sangat merugikan banyak pihak, khususnya dalam pekerjaan proyek drainase tersebut yang menggunakan APBD sebesar Rp 2 milyar lebih.

Maka dari itu, melalui pemberitaan ini mendesak wakil rakyat DPRD Sumenep dan pihak Inspektorat yang memiliki kewenangan harus turun kelapangan untuk melakukan monitoring, agar nantinya tidak ada anggaran negara yang dikucurkan untuk pekerjaan proyek tersebut diselewengkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.